KARAKTERISTIK/SIFAT DASAR FILSAFAT
Karakteristik persoalan filsafat adalah sebagai berikut:
1. Bersifat umum. Artinya, persoalan kefilsafatan tidak bersangkutan dengan objek-objek khusus. Dengan kata lain, sebagian besar masalah kefilsafatan berkaitan dengan ide-ide besar.
2. Tidak menyangkut fakta. Dengan kata lain, persoalan filsafat lebih bersifat spekulatif. Persoalan-persoalan yang dihadapi melampaui batas-batas pengetahuan ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang menyangkut fakta.
a) Kritis, yaitu filsafat mempertanyakan apa saja tanpa dapat ditolak oleh sistem apa pun, dalam arti tidak ada yang tabu untuk diperbincangkan dan dipertanyakan.
b) Logis, yaitu filsafat mendasarkan upaya memperoleh kebenaran melalui logika (aturan berpikir benar) saja. Tiga tahap berpikir logis dimulai dari: memahami, mengkopseptualisasi, dan memberikan keputusan logis. Dari proses tersebut, kita kemudian dapat berargumentasi secara logis.
c) Sistematis, yaitu berpikir melalui alur yang sistemik sehingga ditemukan adanya koherensi (saling runtut) di antara satu pernyataan/pertanyaan dengan pernyataan/pertanyaan lainnya.
d) Radikal, filsafat mempertanyakan hal pokok sampai kepada akar masalah atau sedalam-dalamnya. Istilah radikal berasal dari kata ‘radix’ yang berarti akar. Jika kita pahami akar merupakan entitas yang berada di dan bercabang-cabang. Seperti itulah gambaran pertanyaan[1]pertanyaan dalam filsafat, yakni bercabang-cabang.
e) filsafat membahas semua hal, menyangkut hakikat yang ada dan yang akan ada. Selama suatu hal dapat mengantarkan pada kebenaran hakiki, maka hal tersebut layak bincangkan oleh filsafat. Namun begitu, filsafat hanya fokus pada hal yang esensial dalam hidup, bukan hal yang teknis dan empiris.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar